Susah Tidur? Coba Minum Bir Pletok

Senin, 14 September 2009 | 08:27 WIB

KOMPAS.com — Bir pletok adalah salah satu minuman khas Betawi yang sulit ditemui. Namun, tak jarang, minuman ini salah diartikan masyarakat karena namanya dengan embel-embel bir. Padahal, bir pletok adalah minuman kebugaran dari rempah alami yang memiliki beragam khasiat. Bahkan, diyakini setelah minum sedikit bir pletok ini, siapa saja yang mengalami sulit tidur akan ternyenyak.

Banyak orang beranggapan, bir pletok adalah minuman memabukkan dengan kadar alkohol tinggi. Padahal, bir pletok merupakan minuman suplemen untuk meningkatkan stamina warga Betawi pada zamannya.

Kenapa dinamakan bir pletok? Dahulu kaum pribumi hanya bisa menyaksikan warga Belanda yang berpesta dengan minuman yang mengeluarkan “busa” (bersoda). Tak mau kalah, warga Betawi mencoba meramu berbagai bahan alami menjadi minuman yang menyerupai soda. Setelah jadi, mereka kesulitan memberi nama minuman tersebut.

Beberapa orang Belanda juga mencicipi minuman tersebut. Supaya lebih enak, mereka mengocok minuman tersebut hingga berbusa. Caranya dengan memasukkan bir pletok ke dalam sebuah botol. Lantas dicampur dengan es batu dan dikocok hingga berbusa. Saat dikocok tersebut, botol mengeluarkan suara pletok-pletok efek benturan dari es batu dengan botol. Sejak itu, minuman itu dinamakan bir pletok.

“Yang nyebut ramuan ini bir juga orang Belanda. Mereka menyebutnya bir pletok,” kata Umatun Sarwa (54), warga Utanpanjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang ditemui saat Festival Ramadhan 2009 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Disebut bir karena minuman ini hangat di badan seperti bir.

Ternyata, banyak khasiat yang terkandung dalam minuman tersebut. Orangtua dulu meyakini, bir pletok bisa melancarkan pengeluaran urine serta menghilangkan pegal-pegal, masuk angin, dan batuk. Bahkan, mereka yakin, dengan meminum bir pletok bisa membuat orang tertidur nyenyak. “Emang enggak ada penelitian ilmiah. Namun, coba sekali-kali minum bir pletok, pasti gampang tidurnya,” ujar Umatun, Jumat (11/9).

Umatun membeberkan rempah-rempah yang terkandung dalam pembuatan bir pletok. Minuman kesehatan ini terbuat dari sari jahe, gula, sari bunga selasih, secang, cabai jawa, kapol, akar-akaran, gula merah, dan gula pasir. Saat pertama kali meminum bir pletok, akan terasa pedas, tetapi selanjutnya badan terasa hangat karena pengaruh dari ramuan yang terdapat di dalamnya.

Cara pembuatannya minuman ini cukup mudah, semua rempah-rempah itu dimasukkan ke dalam panci, lalu direbus hingga bergejolak. Untuk rasa manisnya dapat disesuaikan dengan selera. “Biasanya tergantung orang mau lebih banyak gula merahnya atau gula pasirnya,” kata Umatun yang membuka usaha pembuatan bir pletok di rumahnya.

Kendati sudah tidak seperti dulu, minuman ini masih dicari banyak orang, khususnya oleh orang Betawi yang sudah sepuh. Karena memang dipercaya dapat menghilangkan masuk angin, menghangatkan badan, dan membuat orang gampang tidur. “Ini memang ramuan tradisional, jadi kebanyakan orang Betawi menyukainya,” ujarnya. Khasiat bir pletok tetap sama kala disajikan dalam keadaan hangat ataupun dingin.

Untuk setiap satu botol bir pletok ukuran 600 mililiter, Umatun memberi harga Rp 15.000. Saat ini, Umatun membuka stan di Festival Ramadhan, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. “Ramuan ini saya tahu dari orangtua. Untuk melestarikannya, setiap ada festival atau acara tertentu saya selalu menjual bir pletok,” katanya.

2 Tanggapan

  1. I don’t know If I said it already but …I’m so glad I found this site…Keep up the good work I read a lot of blogs on a daily basis and for the most part, people lack substance but, I just wanted to make a quick comment to say GREAT blog. Thanks,🙂

    A definite great read..Jim Bean

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: