Indonesia Harusnya Malu, Masak Garam dan Ikan Harus Impor

Membaca artikel ini sungguh memperhatinkan… indonesia yang 2/3 negaranya terdiri dari lautan harus impor garam dan ikan

” Apa kata dunia…..!!!!!! “

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia harus malu karena untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam domestik masih menggandalkan impor. Nilai impor garam per tahun mencapai Rp 900 miliar.

Garam impor dilakukan karena garam lokal kalah kualitas. Akibatnya, puluhan ribu petani garam di sebagian besar pesisir Nusantara secara perlahan mengganggur. “Masak Indonesia sebagai negara maritim harus impor garam. Saya berharap impor garam distop,” ujar Ketua Kamar Dagang Indonesia MS Hidayat, Senin (24/8) pagi, kepada para wartawan di Jakarta.

Selain itu, Hidayat juga menyayangkan bahwa Indonesia masih melakukan impor ikan dari Pakistan. “Seberapa luas sih laut Pakistan. Sementara ikan-ikan kita di sini dicolongi,” tutur Hidayat.

Secara keseluruhan, Indonesia telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 50 triliun untuk mengimpor pangan. Ketergantungan terhadap pangan impor ini menempatkan Indonesia pada kondisi dilematis. Fluktuasi harga pangan dunia siap menguras devisa lebih besar. Sementara itu, sendi ekonomi bangsa bisa ambruk kapan saja apabila pasokan dari luar terhenti total karena berbagai alasan.

2 Tanggapan

  1. kenapa ? karena mutu garam Indonesia kurang bagus untuk bahan olahan pabrik-pabrik yang membutuhkan.
    sebenarnya untuk wilayah Indonesia timur, lautnya masih bagus, tapi para investor/pengusaha masih belum tertarik untuk menggarap usaha pembuatan garam, makanya saat ini masih import seperti dari Australia. tertari jadi pengusaha garam ?

  2. Kenapa pengusaha pada ngga tertarik..ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: