” Menjadi Pengusaha itu Gampang ”

Source : http://abuzayid.wordpress.com/

Tanggal 2 Agustus 2009  kemarin, saya mengikuti  Seminar sehari dengan tema ” Menjadi Pengusaha itu Gampang ” dengan pembicara pembicara dari para pebisnis yang berhasil setelah merintis dari  Nol.  Ada 4  pembicara pada kesempatan ini yaitu ; Sony Sofyan ( cara aman pensiun dini), Valentino Dinsi ( Jangan mau jadi orang gajian seumur hidup),Roni Yuzirman ( Pendiri TDA), dan Purdie E Chandra ( Cara Gila jadi pengusaha – pemilik Primagama ).             Acara ini diprakarsai oleh komunitas TDA ( Tangan Di Atas ), yaitu komunitas yang didirkan oleh salah satu pembicara seminar ( Roni Yuzirman ), dengan salah satu cita cita luhur nya supaya para anggotanya bisa merubah dari karyawan yang terima gaji ( Tangan Di Bawah ) menjadi pengusaha yang memberi gaji kepada orang lain ( Tangan Di Atas ). Mengapa harus jadi pengusaha ?,  karena 9 pintu rizki datang nya  dari sini, begitu menurut pemaparan sang pendiri TDA. Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa lebih dari 70% orang kaya datang dari kalangan pengusaha atau pebisnis, dan orang kaya dari para profesional ternyata di bawah 5% dan yang aneh lagi, bidang kerja yang banyak diimpikan orang dan dipuja   yaitu dunia artis /hiburan ternyata hanya menyumbang 1 %. Jadi ngapain repot report ikut casting sinetron atau photo model  jika peluang utk jadi kaya tidak lebih dari 1%. Terakhir beliau memberikan Tips penting untuk Sukses  bagi pengusaha :  .

1. Reason ( harus kuat alasan kita untuk jadi pengusaha, jangan asal)

2. Beliefs

3. Dreams ( misal mimpi pengen jadi orang terkaya di Indonesia)

4. Strategy

5. Action

6. Persistence

7. Pray

Itulah ringkasan pemaparan P Roni.  Dan tidak kalah menariknya adalah materi dari P Sony Sofyan. Beliau seorang executive yang sukses dengan gelar MBA disandangnya dari Australia dan memutuskan keluar dari pekerjaan yang dia geluti selama kurang lebih 9 thn setelah posisi puncak dia capai. Beliau memutuskan pensiun dini dan menajalankan bisnis dengan cermat sehingga penghasilanya melebihi  gaji di kerjaanya. Berikut ini beberapa  Tips dari beliau ;

1. Prioritas => Karis ?   or Bisnis ?

2. Tujuan Pensiun => Bebas waktu ? or Bebas Finansial ?

3. Motivasi PD => Bosen Karyawan, gaji kurang,ikut  ikutan,pertentangan bathin,kebebasan diri, kontribusi diri ( makin kanan  alasan makin besar kemungkinan berhasil )

” Harus Jujur pada diri sendiri ” Sudah tepatkan alasan kita pensiun dini.  Pensiun Dini adalah AKIBAT  bukanya  SEBAB.  PD bukan prestasi, dan sebab utama karena penghasilan diluar bisa menyamai penghasilan dari kantor. Jadi kita harus Focus pada sebab, jika sebab sudah ditangan makan pensiun dini tinggal menunggu waktu. Lalu kapan mau pensiun, yang tidak kalah penting adalah harus ada daya dukung ; – Focus pada kekuatan, jangan takut gagal, Show me the money, jangan pertaruhkan semua aset, amankan jaminan kesehatan, pendidikan denga Insurance.

           ” Mulai dari Retail & besaran dengan korporasi “

Jangan takut dengan kebocoran pada bisnis kita, yang penting kita berupaya memperkecil kebocorannya dan  sejauh Tujuan utama tercapai, maka kebocoran tidak masalah

Pasive Income

– Percaya pada system, petakan usaha, bagi team bisnis, kembangkan dengan waralaba

Kembangakan Portofoli : Bisnis -> Property->Gold->Financial Invest

 Ternyata jadi orang sukses itu membuat dia jadi PD ( Percaya Diri ), sehingga ngomongpun bisa dengan gaya masing masing yang unik dan kadang berseberangan dengan pembicara yang lain.

Ketika Valentino Dinsi masuk dan memulai memaparkan isi kepalanya, dia malah mengeluarkan statement, ” Siapa bilang jadi pengusaha itu Gampang ” ?   nah lho…!!!!!!  Jadi orang sukses itu susah, perlu ketekuan dan pantang menyeerah, perlu punya keinginan besar.

Alfa Edison               9996 percobaan gagal

Kol Sanders                994 kali ditolak

Walt Disney                370 kali bangkrut

Bill Gates                       Drop Out Harvard

Jim Carey  menuliskan mimpinya pada secarik kertas  U$ 10 jt ingin dia miliki, dan jadi orang terkenal. Lalu rajin latihan dan terus meningkatkan kemampuan actingnya. Dia tidak malu untuk memulai karir dari Figuran. Dan dia berhasil mendapatkan kontrak sebesar U$ 20 jt  7 hari lewat dari tanggal yang dia tulis pada secarik kertas beberapa tahun lalu ketika belum jadi apa apa.

                        ” WHAT DO YOU REALLY WANT TO BE “

Pikirkan apa yang paling anda inginkan dalam hidup dan pikirkan pula caranya.

Pembicara teakhir adalah  sang elegan yang ditunggu dari komunitas EU ( Enterprenur University ) yaitu Purdi E Chandra. Konsep dari komunitas inilah yang barangkali melatarbelakangi tema seminar ” Menjadi pengusaha itu Gampang ” ,  segampang kalo pergi ke kamar mandi, tinggal masuk aja, kalo ada yang kurang misal ketinggalan handuk tinggal keluar ambil lagi aja. Dari analogi gampangnya jadi pengusaha seperti di atas yang cukup nyeleneh kita bisa tahu pasti penyebar konsep ini rada rada aneh. Dan memang dari awal dia tampil penuh keanehan, dia  tidak menyampaikan presentasi via  Slide , katanya ga bisa komputer jadi cukup ngomong aja dan tulis di white board aja. Berikut ini beberapa penuturanya ;

 –  Dia tidak lulus di UGM, dia buka Primagama dengan modal Rp 300.000,-  itupun dapet ngutang

 –  Cara mengerjakan soal yang diajarkan di sekolah  terlalu rumit dan berbelit, di prima gama diajarkan ngerjakan soal matematik hanya dengan melihat bisa jawab.  

  – Bisnis  nyontek juga bagus, jika ada salon yang rame, tinggal buka aja disebelahnya pasti rame. Alfamaret dan indomaret juga saling nyontek. Bisnis yang aman adalah bisnis nyontek seperti Waralaba.

–  Supaya bisnis lancar juga harus  sering infaq dan zakat. Dia pernah memberikan gratis biaya naik haji pada calon peserta haji ( kebetulan dia punya usaha travel ), si customer pingsan dan ga bales sms dari dia bahwa uang hajinya dah lunas. Customer baru bales setelah sadar dari pingsanya. Dan pada malam harinya rekening P Purdi  ada masuk transfer sebesar Rp 3 Milliar dari bisnisnya.

–  Optimalkan pemakaian otak kanan ( cenderung inovasi )

–  Bisnis itu jangan banyak mikir, kalo kebanyakan mikir ga bakal jalan bisnisnya. Meskipun modalnya dari ngutang ga usah takut. Utang ga perlu dipikirin tapi dibayar, tinggal cara bayarnya yang perlu dipikirin.

– Milih karyawan sebaiknya golongan darah A , terutama untuk finance ( jujur )

– Milih  karyawan untuk marketing  yang golongan darah B

 – Punya anak ga usah pinter pinter nanti ga jadi pengusaha, yang penting deketin aja temen temenya yang pintar biar jadi karyawanya.

 –  Harus inovative dalam bisnis ;

* Pada saat dia buka Primagama pertamakali, yang daftar hanya 2 orang. Tidak habis akal, selanjutnya dia ajak anak tetangga dan sodaranya dan terkumpul 18 orang utk nemenin dua orang yang kursus ( 2 orang kursus bayar , 18 orang  gratis )

* Ada tukang es yang keliling sambil membunyikan bahwa dia sedang menjual es, tapi setiap ada pembeli dia selalu bilang sudah habis. Dan ternyata dia memang tidak bawa es daganganya, dia hanya mau lihat minat / pasar es di sekitar situ.

* Kalau buka rumah makan dan ternyata sepi , tinggal ajak kenalan makan gratis di tempat kita, kalo perlu bolak balik aja dengan baju yang berbeda

* Buat sesuatu yang beda, ada contoh Cafe Komedi di jakarta. Ketika datang ke sana meskipun malam disambut selamat pagi, ketika masuk ke toilet di dinding ada tulisan awas ruangan ini dilengkapi cctv, ketika pilih  nomor meja ternyata semua meja nomornya sama, dan ketika pulang salam perpisahan dari para pramuniaganya adalah semoga lekas sembuh.

 Itulah sekelumit materi dari  para narasumber & khusus untuk Pa Purdi penyampaian materinya benar benar menghibur, saya kira ini lebih lucu dari pelawak terlucu di Indonesia

 

The Power Of  Kepepet

               Sedikit ga percaya ketika salah satu sohib  menyampaikan referensi mengenai satu buku motivasi yang bagus menurut beliau. ” Coba ente beli buku  The Power of Kepepet ” begitu dia bilang. Sejenak masih  kuanggap sebuah candaan teman lama, karena kata Kepepet  adalah bahasa gaul alias bukan bahasa formal. Untuk  lebih myakinkan alibinya, beliau menyampaikan beberapa kalimat sakti dari buku itu.

Bisnis yang bagus ada lah bisnis yang dijalankan , bukan yang ditanyakan terus menerus. dan anda menjadi apa yang anda pelajari )

( Untung atau rugi dalam bisnis harus dianggap bukan sebagai hasil, tapi anggaplah sebagai Feed Back )

Adalah gila , mengaharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan tindakan yang sama. Untuk hasil yang berbeda pasti diperlukan tindakan yang berbeda pula)

         Kalimat kalimat di atas sangat  mengusik pikiran dan terus memaksa perhatian diri agar menelaah kata kata itu. Terimakasih P M Din, sohib lama yang hampir kulupa.

 

( Why to Move )

“Artikel dari millist, karena bagus saya simpan di blog ini  ”                                      
 
Kenapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, “Bill Gates” dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.

Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.

Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?

Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.

Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru”, katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.

Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:

Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun,
dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus
. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan.
Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam.
Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti – biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting.  Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.

Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?

 

Satu Tanggapan

  1. kebetulan… Purdi E Chandra adalah salah satu inspirasi saya. Saya mengikuti seminar beliau tahun 2004 lalu, dan saya KONTAN kena PHK🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: