Nafsu

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sufi : Mereka meyakini/tau/percaya bahwa Allah maha mengetahui maha penyayang maha segalanya tapi mereka mendurhakaiNYA, mereka tau Bahwa syaitan menipu bahwa dunia hanya sementara tapi mereka menaatinya..

Mereka berjalan dengan Nafsunya,mereka seperti manusia yang tak bertuhan sedang di bibir mereka mengatan aku bertuhan sedang sikapnya,caranya tidak sama sekali,dan mereka beralasan, bahwa jaman telah berubah, apakah jaman bisa menghilangkan ALLAH?Mereka berkata bahwa aku bisa tersingkir dari kaumku bila aku terlihat alim karena mereka akan menertawakanku, Bukankah syaitan Takut kepada mereka yang dekat dengan ALLAH?tentulah syaitan berpura2 tertawa sedang dibenaknya dia marah karena satu temannya di neraka telah pergi ke surga..

Perempuan itu,melenggokkan badannya saat berjalan dengan pakaian yang di anggapnya sopan sedang aurat mereka tidak mereka jaga dan pakaian mereka mengikuti liuk tubuhnya ,dimanakah harga dirinya?begitu lemahkah dia hingga syaitan dan nafsunya begitu kuat hingga memperdayanya,tidakkah mereka tau Kemurkaan ALLAH?, saat ditanyakan mengapa kamu begitu bukankah itu akan membuat orang2 melihatmu?tidakkah kamu takut fitnah?Mereka berkata “salah mereka yang melihat”..Bukankah Manusia punya mata?bukankah kamu menjadi wanita yang terhormat,bukan seperti Perempuan yang menghinakan diri dihadapan ALLAH sedang dalam hati kau berharap ke ampunan ALLAH..sungguh kejahilanmu akan menghancurkanmu..

Tanah Berkata: Mata indah mereka akan aku keluarkan, kulit mereka akan dimakan ulat2, darah mereka akan aku hisap, tulang rusuk mereka akan aku buat bersilangan dengan kujepit,lengan indah mereka akan aku lepaskan dari persendiannya satu persatu, dari dalam tubuh mereka akan keluar nanah,baunya menusuk..begitulah Ahli neraka akan di hancurkan dalam kubur..
sedang orang beriman akan mencium wangi surga, kubur mereka dilapangkan.. semoga ALLAH menjadikan kita Orang2 yang beriman.

Agar lebih jelas lagi apa itu Nafsu, berikut adalah pembagian2 nafsu..

Pembagian Nafsu

Pembagian nafsu secara garis besar, ada dua: Pertama, terdiri dari delapan tingkatan yang ditempuh oleh diri atau nafsu manusia:

1. Nafsu ammarah: nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat sesuatu di luar pertimbangan akal yang tenang, sehingga tidak mampu membedakan mana yang benar mana yang salah, mana baik mana buruk.

2. Nafsu lawwamah: nafsu yang sudah punya kesadaran, sehingga seseorang yang (terlanjur) berbuat salah atau tercela, akan tersadar, lalu menyesali diri atau merasa berdosa. Nafsu ini berdiri di simpang jalan antara ammarah dan muthmainnah.

3. Nafsu Muthmainnah: nafsu yang telah didominasi dan dikuasai oleh iman lantaran sudah begitu masak oleh pengalaman dan gemblengan badai derita, sehingga mampu dan terampil memilah yang haq dari yang batil, di mana yang terakhir ini akan terpental dengan sendirinya. Di segala situasi, baik dalam duka derita maupun dalam suka cita, nafsu ini tetap dingin dan tenang. Atau dengan bahasa Buya Hamka, ia punya dua sayap: sayap sabar (di cuaca kelam dan kesulitan) dan sayap syukur (di saat jaya dan makmur). Di sini perlunya iman dan zikir.

4. Nafsu mulhamah: unsur jiwa yang menerima ilham dari Tuhan, misalnya berbentuk ilmu pengetahuan.

5. Nafsu musawwalah: nafsu yang bebas melakukan apa yang dimauinya tanpa peduli nilai aktivitasnya itu, kendatipun sudah mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

6. Nafsu radhiyah: unsur jiwa yang menginsafi apa yang diterimanya dan menyatakan rasa syukur dalam menerima ridha Allah.

7. Nafsu mardhiyah: nafsu yang senantiasa pasrah akan ridha Allah.

8. Nafsu kamilah: unsur jiwa yang telah memiliki kesempurnaan, baik kulit maupun isi, lahir atau batin, luar dan dalam.

Kedua, berupa sepuluh rupa nafsu (jiwa atau sifat tercela) yang mendekam dalam diri manusia, sehingga sekuat mungkin harus dijinakkan dan (kalau perlu) digilas.

1. Nafsu kalbiyah: Sifat anjing, yang perwujudannya antara lain suka memonopoli sendiri.

2. Nafsu himariyah: jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata lain, ia tak memahami masalah.

3. Nafsu sabu’iyah: jiwa serigala (suka-suka menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun).

4. Nafsu fa’riyah: nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.

5. Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking. (Senang menyindir-nyindir orang, menyakiti hati orang, dengki, dendam, dan semacamnya).

6. Nafsu khinziriyah: sifat babi, yakni suka kepada yang kotor,busuk, apek, dan yang menjijikkan.

7. Nafsu thusiyah: nafsu merak, antara lain suka menyombongkan diri, sok aksi, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.

8. Nafsu jamaliyah: nafsu unta (tak punya rasa santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung).

9. Nafsu dubbiyah: jiwa beruang. Biarpun kuat dan gagah, tapi sontok akal alias dungu.

10. Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek, tak dikasih ia mencibir, sinis, dan suka melecehkan/memandang enteng).

MOHON MAAF BILA ADA KEKURANGAN..SEMOGA ALLAH MERAHMATI..

Jazakumullahu khair

Muhammad Al Islam.

2 Tanggapan

  1. kalo boleh tahu ini ada di buku apa ya???? kok sama persis dengan yang pernah saya lihat i file nya orang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: