Jangan Salah Pilih BBM

http://www.mediaoto.com/

TIDAK sedikit pemilik kendaraan yang keliru dalam memilih jenis bahan bakar untuk tunggangannya. Umumnya parameter mereka hanya berdasarkan pada kemampuan finansial atau rasa sayang pada kendaraannya, bukan berdasarkan kebutuhan mesin.

Misalnya, Mr X memiliki dua mobil masing-masing Mitsubishi Lancer GTI dan Mercedes Benz G55 AMG. Dari segi harga, jelas Mercedes-Benz G55 AMG jauh lebih mahal dan Mr X lebih memanjakan perawatannya ketimbang Lancer GTI-nya termasuk dalam hal pemilihan bahan bakar.

“Karena Lancer GTI lebih ‘murah’ bensinnya pakai jenis premium sudah cukup. Kapasitas mesinnya kecil cuma 1,8 liter 4 silinder, tenaganya pun cuma 140hp. Kalau Mercy harus Pertamax Plus, karena mesinnya berkapasitas lebih besar, 5,5 liter V8-silinder dan tenaganya 469 hp, udah gitu teknologinya lebih canggih pakai kompressor segala,” batin Mr X.

Anggapan itu salah besar! Jika melihat spesifikasi tehnisnya, justru Lancer GTI wajib menggunakan Pertamax Plus bernilai oktan 95 karena memiliki rasio kompresi mesin yang tinggi (10,5:1), sementara mesin Mercedes-Benz G55 AMG memiliki rasio kompresi tergolong rendah (9,0:1) sehingga bensin Premium bernilai oktan 88 saja sudah cukup, maksimal menggunakan Pertamax dengan oktan 92.

Nilai oktan adalah daya tahan bensin untuk tidak mudah terbakar. Makin tinggi nilai oktan semakin lambat terbakarnya (karena titik bakarnya makin tinggi dan sebaliknya).

Jika mesin berkompresi tinggi dipaksa menggunakan Premium maka campuran udara-bahan bakar dalam mesin akan terbakar lebih cepat sebelum waktunya akibat panas yang ditimbulkan kompresi mesin. Gejala itu disebut knocking, detonasi atau lebih popular dengan sebutan ngelitik pada mesin. Akibatnya tenaga turun, emisi gas buang tinggi bahkan kerusakan pada mesin. 

Jika mesin dengan rasio kompresi rendah mengonsumsi bensin beroktan tinggi yang nota bene lebih mahal, malah mengakibatkan pemborosan belaka. Pasalnya tak ada manfaat sama sekali. Kalau dirasa ada peningkatan tenaga, itu hanya sugesti.

tabel
Lebih bijaksana jika memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin yang bisa kita ketahui dari rasio kompresi yang dimiliki. Rasio kompresi bisa dilihat pada spesifikasi mesin. Tenaga tetap optimal tanpa harus mengeluarkan biaya lebih. Prinsip ini berlaku secara umum baik pada mesin mobil maupun motor. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel. (Cdx/OL-02)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: