Catatan Pelanggaran Perbatasan Oleh Malaysia (1)

JAKARTA – Malaysia kerap melanggar aturan batas laut dengan Indonesia. Tercatat, sudah lebih dari sepuluh kali sejak tahun 2005 hingga saat ini, kapal milik tentara Malaysia memasuki wilayah Indonesia.

Menurut data dari berbagai sumber, sempat terjadi ketegangan yang melibatkan kapal perang pihak Malaysia KD Sri Johor, KD Buang, dan Kota Baharu berikut dua kapal patroli, dengan kapal perang dari pihak Indonesia yang melibatkan KRI Wiratno, KRI Tongkol, KRI Tedong Naga KRI K.S. Tubun, KRI Nuku, dan KRI Singa.

Kemudian insiden penyerempetan kapal Indonesia dan Malaysia pada 8 April 2005. Dimana Kapal Republik Indonesia Tedong Naga (Indonesia) menyerempet Kapal Diraja Rencong (Malaysia) sebanyak tiga kali.

Akan tetapi, tidak pernah terjadi tembak-menembak karena adanya Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/158/IV/2005 tanggal 21 April 2005 bahwa pada masa damai, unsur TNI AL di wilayah perbatasan RI-Malaysia harus mengedepankan perdamaian dan TNI AL hanya diperbolehkan melepaskan tembakan bilamana diawali adanya tembakan dari pihak Malaysia.

Lalu pada 24 Februari 2007, kapal perang Malaysia KD Budiman dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh satu mil laut. Memasuki sore hari, di hari yang sama, kapal perang KD Sri Perlis melintas dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh dua mil laut yang setelah itu dibayang-bayangi KRI Welang. Kedua kapal berhasil diusir keluar wilayah Republik Indonesia.

Pada keesokan harinya, 25 Februari 2007, KD Sri Perli memasuki wilayah RI sejauh 3.000 yard yang akhirnya diusir keluar oleh KRI Untung Suropati. Tak lama berselang, satu pesawat udara patroli maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Superking melintas di wilayah RI sejauh 3.000 yard.

Menanggapi kejadian ini, empat kapal perang, yakni KRI Ki Hadjar Dewantara, KRI Keris, KRI Untung Suropati, dan KRI Welang disiagakan.

Pada Januari hingga April 2009, TNI AL mencatat telah sembilan kali kapal milik tentara Malaysia masuk ke perairan Indonesia.

Terakhir, pada 25 Mei lalu kapal perang milik angkatan laut Malaysia, yakni KD Yu-3508 ditemukan kapal Indonesia KRI Untung Suropati berada di wilayah Ambalat. KD Yu mengatakan bahwa tujuannya ke Tawau, namun begitu KRI Untung Suropati berhasil mengusirnya.

Lalu pada 29 Mei belasan kapal berbendera Malaysia, berhasil terdeteksi pesawat pengintai TNI Angkatan Udara di perairan batas terluar blok Ambalat. Salah satu diantaranya adalah kapal perang patroli Jerong milik Tentara Diraja Malaysia.

(Diolah dari berbagai sumber)

Satu Tanggapan

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: