Rasa Syukur

Ada artikel menarik yang saya baca hari ini… Coba kita renungkan bersama untuk kita dan semua… Ada apa dengan kita ini…

 Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan adalah hati yang selalu merasa cukup. (HR. Bukhari Muslim)

Kacamata ini tidak bisa dibeli dan memang tidak dijual. Namun dengan kacamata ini pandangan anda mengenai dunia akan semakin indah dan terbuka. Tidak perlu mengeluarkan uang bila ingin memilikinya yang anda perlukan hanya keinginan kuat untuk belajar sebuah ilmu untuk kemudian ‘siap’ untuk berubah.

Kesederhanaan dalam definisi materi tentu saja tidak boros. Adil, membelanjakan rizki secara proporsional bahkan menekan seefisien mungkin. Punya banyak daya beli namun tidak membeli banyak sesuatu yang tak perlu. Kesederhanaan yang ini benar-benar mengikuti aturan Islam seperti sesuai dengan Firman Allah dalam Surat Al-Isra ayat 26-27:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [QS.Al Isra (17):26-27]

Namun percayalah kacamata kesederhanaan membawa kita lebih dari itu. Kacamata kesederhanaan senantiasa membawa sifat syukur. Memandang terlebih dahulu apa yang sudah terasakan baru bisa melihat kelebihan.

Bukankah kita sudah bosan menjadi orang yang bosan dengan handphone yang dirasa kuno? Atau lelah dengan motor yang selalu mogok? Atau pasrah dengan otak yang tak sepintar teman sebelah?

Tak ada cara lain selain menjawab semua pertanyaan tersebut selain memandang hidup penuh kesederhanaan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah yang akan membuat seseorang tidak memandang remeh nikmat Allah karena dia selalu memandang orang di bawahnya dalam masalah harta dan dunia. Ketika dia melihat tetangganya memiliki rumah mewah dalam hatinya mungkin terbetik, “Rumahku masih kalah dari rumah tetanggaku itu.”

Namun ketika dia memandang pada orang lain di bawahnya, dia berkata, “Ternyata rumah sifulan dibanding dengan rumahku, masih lebih bagus rumahku.” Dengan dia memandang orang di bawahnya, dia tidak akan menganggap remeh nikmat yang Allah berikan. Bahkan dia akan mensyukuri nikmat tersebut karena dia melihat masih banyak orang yang tertinggal jauh darinya.

Berbeda dengan orang yang satu ini. Ketika dia melihat saudaranya memiliki Blackberry, dia merasa ponselnya masih sangat tertinggal jauh dari temannya tersebut.

Akhirnya yang ada pada dirinya adalah kurang mensyukuri nikmat, menganggap bahwa nikmat tersebut masih sedikit, bahkan selalu ada hasad (dengki) yang berakibat dia akan memusuhi dan membenci temannya tadi. Padahal masih banyak orang di bawah dirinya yang memiliki ponsel dengan kualitas yang jauh lebih rendah.

Inilah cara pandang yang keliru. Namun inilah yang banyak menimpa kebanyakan orang saat ini.

Bersyukur dulu bahwa handphone yang sama telah membawa kita pada banyak silaturahmi yang terputus jarak dan waktu. Lalu berpikir seandainya memaksakan diri membeli yang lebih canggih mampukah/butuhkah? kita menggunakannya sesuai manfaatnya? Sungguh tak bisa dipercaya mendengar bahwa orang yang selalu menciptakan handphone tercanggih adalah orang yang menggunakan handphone kuno dan hanya berfungsi untuk menelpon dan SMS saja.

Motor mogok bukan juga alasan untuk lelah bila kita berpikir bahwa sebelumnya kita pasti pernah menggunakan transportasi umum yang setiap pagi berkejaran dengan waktu serta asap knalpot. Bahkan seandainya mau duduk sebentar dengan kakek nenek kita pastilah kita malu bahwa mereka pernah melintasi gunung hanya demi sekolah atau mencari pekerjaan.

Lebih disesali bila memang kita pasrah pada kondisi kita tak mau belajar. Kepintaran itu bukan karunia melainkan usaha. Software yang ada di otak untuk menyerap informasi sama seperti otak semua orang, bedanya orang pintar memaksimalkan semua indra-nya untuk mencari ilmu baru.

Sederhanakan cara berfikir kita bahwa tak selalu orang yang lebih pintar adalah orang yang berani nyogok dosen atau les di tempat-tepat mahal. Siapa tahu mereka menyedikitkan waktu tidurnya untuk belajar. Dengan memandang demikian bukan tidak mungkin kita ikut termotivasi untuk menirunya. Berkat ke-positifan kita berpikir dunia akan lebih indah.

Semakin kita pandai memandang betapa dunia ini memberi kita lebih dari yang kita harapkan maka dapat dikatakan anda sudah pandai mengatur diri penuh kesederhanaan. Hanya persoalan waktu kita akan semakin menyadari bahwa kesederhanaan membawa segala kemewahan.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” [QS.Ibrahim (14):7]

Apakah Saya Melakukan Korupsi?

Tulisan ini saya buat beberapa bulan yang lalu, dan pernah saya
posting di milis ini. Namun dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi
Sedunia, dan supaya milis ini tidak begitu sepi, tulisan ini saya
angkat kembali. Mudah-mudahan masih relevan!

Saya Tidak Korupsi?

Belum lama ini ada seorang mantan pejabat yang divonis hukuman penjara
4 tahun karena terbukti melakukan korupsi ( beritanya ada di sini,
http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/30/ 18005729/ Divonis.4. Tahun.Penjara. .Danny.Setiawan. Terima
). Suatu hal yang mungkin tidak disangka-sangka sebelumnya oleh yang
bersangkutan, bahwa akibat tindakannya pada saat menjabat bisa sampai
seperti itu. Mungkin karena beliau merasa itu sudah biasa di
lingkungannya, atau juga mungkin karena merasa itu bukan tindakan
korupsi.

Beberapa waktu yang lalu juga ada seorang pejabat pemda mencalonkan
diri menjadi gubernur sebuah provinsi di Indonesia, dalam satu acara
debat yang disiarkan di layar televisi, ada seorang di antara audience
yang bertanya kepada beliau, “Saya tahu dari mulai lulus kuliah hingga
menjabat sebagai Wagub, Bapak berkarir di Pemda. Dan Bapak sekarang
memiliki harta yang menurut ukuran orang Indonesia sangat banyak.
Pertanyaan saya, dari sekian banyak harta Bapak yang sekian puluh M
itu, apakah Bapak yakin tidak ada yang diperoleh dari hasil korupsi?”

Bapak tersebut sempat terdiam sejenak, kemudian menjawab, “Tidak ada!”

Sekarang saya tanya kepada kita semua, apakah kita percaya jawaban
atas pertanyaan itu?. Meskipun agama kita menyuruh agar kita tidak
sudzon kepada sesama, “Okelah itu memang rizki yang diberikan Allah
kepada beliau”, namun dalam hati kecil sulit menerima kenyataan
seorang pejabat (bukan pengusaha, dan pejabat kan tidak boleh menjadi
pengusaha) bisa memiliki harta hingga puluhan M. Astaghfirullah,
maafkan hambamu ya Allah! Bisa saja beliau memang punya orang tua yang
kaya raya dan mewariskan kekayaannya kepada beliau.

Kebanyakan orang kita (orang Indonesia) merasa tidak melakukan
korupsi. Pehamaman korupsi yang ada di benak sebagian besar orang
kita, korupsi adalah memakan langsung uang yang bukan haknya, misalnya
uang perusahaan atau uang negara. Tapi jika menerima pemberian uang
atau barang dari pihak lain, kita tidak merasa melakukan korupsi.

Padahal, korupsi yang paling banyak terjadi di Indonesia, adalah yang
jenis seperti itu. Kongkalikong antara pejabat publik dengan
pengusaha, dalam meloloskan proyek atau memenangkan tender. Proyeknya
lolos, pengusahanya senang. Saking senangnya si pejabat ditraktir atau
diberikan hibah (istilah yang sering digunakan seseorang untuk
berdalih dari mana hartanya berasal) barang ataupun uang. Si pejabat
tidak meminta uang ke si pengusaha, jadi dia tidak merasa melakukan
korupsi. “Orang dikasih kok! Siapa suruh ngasih duit?”, pikirnya
seperti itu.

Tapi apakah hal seperti itu merugikan negara? Tentu saja! Karena
menimbulkan High Cost Economy.

Dulu pernah ada kasus pengadilan di Singapura antara BUMN pengelola
minyak kita Pertamina dengan janda seorang mantan Direkturnya, Kartika
Thaher. Kartika Thaher mengajukan pembelaan, uang warisan suaminya
bukan dari hasil korupsi, karena itu semuanya adalah pemberian dari
pihak lain. Sementara Pertamina menggugat, pemberian dari pihak lain
itu adalah sebenarnya untuk Pertamina, jadi merupakan korupsi juga.
Alasan Pertamina, pemberian itu dilakukan karena suami Kartika ini
saat itu menjabat sebagai direktur Pertamina.
(Memang benar sih, coba kalau kepada orang biasa, tidak usah
jauh-jauh, sayalah misalnya, mana ada perusahaan yang mau memberikan
hibah uang, apalagi dalam jumlah besar!)
Argumentasi itu akhirnya diperdebatkan di pengadilan Singapura, dan
Alhamdulillah (sampai saat ini bagi kita Singapura masih kurang
kooperatif terhadap Indonesia kalau menyangkut kejahatan korupsi),
pengadilan sana memenangkan gugatan pihak Pertamina. Akhirnya asset
kekayaan sang mantan direktur itu ditarik dari bank Singapura kembali
ke Indonesia.

Sayangnya, argumentasi Kartika Thaher saat itu masih dipakai oleh
sebagian oknum warga negara kita hingga kini, yang tidak merasa
melakukan korupsi tapi sebenarnya merugikan. Di tengah upaya keras KPK
menjaring para penjahat korupsi, suasana seperti itu (kongkalikong
atau pun pungli atau pun pelicin atau balas budi pimpinan daerah
terhadap bekas tim suksesnya atau apapun namanya) bisa terlihat di
kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari saat mengurus KTP, mengurus
SIM, passport, dokumen bea cukai, memasukkan barang ke perusahaan dan
lain-lain yang sangat banyak, tidak lepas dari “pemberian” yang
mungkin ikhlas tidak ikhlas ini.
Sementara yang menerima pun, merasa tidak meminta. Juga tidak merasa
mengambil uang negara/perusahaan.
Hanya, kalau tidak diberi, kenapa jadi lambat ya pengurusannya? Kenapa
jadi susah memenangkan tendernya? Kenapa customer kita pindah ke
supplier lain? Kenapa pelanggaran dibiarkan kasat mata terjadi tanpa
tindakan nyata dari aparat? Dan lain-lain yang pasti Bapak Ibu pernah
merasakannya

Selama korupsi masih merajalela di segala lini kehidupan bangsa dan
negara kita, mustahil kemajuan dan kesejahteraan bisa kita raih.
Pimpinan yang sekuat apapun, yang sebersih bagaimanapun, tanpa
didukung aparatnya, tanpa didukung rakyat dan warganya, adalah
mustahil menghilangkan budaya korupsi yang sudah mendarah-daging.
Perbaikannya, kembali pada diri kita masing-masing. Dimulai dari kita
sendiri. Bisakah?
Coba periksa diri kita, adakah sebagian penghasilan kita yang berasal
dari pemberian ikhlas tidak ikhlas dari orang lain?

Majulah bangsaku, Berantaslah korupsi!
(CP, Jul 2009)

Source : http://ceppi- prihadi.blogspot .com/2009/ 07/saya-tidak- korupsi.html

TNI-AL INDONESIA

Listrik Prabayar Diserbu Pelanggan

Sabtu, 28 November 2009 | 10:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Program listrik prabayar yang dilakukan PT PLN (Persero) ternyata mendapat sambutan positif pelanggan. Terbukti, meski program yang mulai diberlakukan di Jatim pada 1 Desember mendatang itu baru diumumkan sehari, sejumlah kantor pelayanan PLN di sejumlah wilayah banyak menerima permintaan, baik dari pelanggan lama yang ingin migrasi, maupun calon pelanggan baru.

Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jatim Agus Widayanto menuturkan, animo pelanggan untuk menggunakan listrik prabayar cukup tinggi. Ini karena selain manfaat yang cukup besar dengan penggunaan prabayar tersebut, proses dan syarat yang harus dilakukan pelanggan yang ingin migrasi cukup mudah dan murah.

“Untuk migrasi, pelanggan hanya dikenakan biaya administrasi Rp 5.500, sementara penggantian meteran dari meteran listrik pascabayar ke prabayar akan dilakukan PLN tanpa biaya apa pun,” kata Agus, Kamis (26/11).

Dengan banyaknya permintaan konsumen yang ingin memanfaatkan program tersebut, ia pun optimistis target 15.000 pelanggan prabayar hingga akhir tahun ini di Jatim bisa terpenuhi. Hingga kini, lanjutnya, pelanggan PLN di Jatim mencapai 7,1 juta pelanggan. Sebelum masuk Jatim, listrik prabayar ini sudah pernah diterapkan di Batam, Jabar, dan Bali.

Agus menambahkan, layanan prabayar menggunakan voucher token (semacam pulsa) bisa dinikmati, baik oleh pelanggan baru, maupun pelanggan lama, khususnya pelanggan yang memanfaatkan layanan tegangan rendah mulai 900 VA hingga 5.500 VA, dengan cara migrasi dari pascabayar ke prabayar. Berbeda dengan perhitungan bagi pelanggan pascabayar, pelanggan prabayar tak dikenakan biaya beban. “Untuk perhitungannya, jika pelanggan prabayar yang memakai 900 VA per kWh-nya dikenakan Rp 602, untuk 1.300 VA dikenakan Rp 663 per kWh, dan 2.500 VA dikenakan Rp 666 per kWh,” sebut Agus.

Untuk bisa menikmati layanan ini, katanya, pelanggan bisa mendatangi loket pelayanan PLN terdekat. Bagi pelanggan baru, mereka akan mengikuti prosedur seperti pengajuan sambungan listrik. Adapun pelanggan lama tinggal mengisi formulir migrasi, dan tanpa menunggu lama, petugas akan melakukan penggantian meter pascabayar ke prabayar.

Sama halnya seperti saat membeli pulsa isi ulang untuk ponsel, ia mengatakan bahwa besaran token yang disediakan PLN beragam pilihan nilai, mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000, hingga Rp 1 juta. Jumlah itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan untuk beberapa waktu ke depan. Jika token—kode yang dimasukkan ke meter listrik prabayar—habis, maka pelanggan bisa memperolehnya di sejumlah loket atau ATM yang telah bekerja sama dengan PLN, di antaranya Kantor Pos, Bank BRI, Bank BNI, Bank Bukopin, dan BPR Karyajatmika Swadana, yang memiliki sekitar 750 loket di Jatim.

Agus menambahkan, langkah itu merupakan wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. Jumlah tagihan yang tak terkontrol diakuinya selama ini menjadi salah satu keluhan pelanggan. Dengan begitu, listrik prabayar ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengendalikan konsumsi listrik. “Pelanggan juga bisa mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai anggaran belanjanya dan menghindari pemborosan,” tutupnya. (DIO)

Cara menikmati Listrik Prabayar:

- Membeli voucher token di loket penjualan. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan.
- Pelanggan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter.
- Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.
- Kontrol selalu pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar. Jika sisa di bawah 20 kWh, maka lampu peringatan (LED) berubah merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar.
- Jika sisa kWh habis, maka listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru.

::: Harta Produktif vs Harta Konsumtif :::

“Walaupun penghasilan kita sebagai seorang karyawan umumnya dibatasi, kita bisa menumpuk kekayaan bila tahu bagaimana caranya.”  -  Safir Senduk

 

  

Apapun yang kita miliki saat ini bisa dikatakan sebagai harta. Nah harta tersebut, di golongkan menjadi 2 yaitu harta konsumtif dan harta produktif.

  • Harta Konsumtif adalah semua harta yang menyebabkan kita mengeluarkan uang.  
  • Harta Produktif adalah semua harta yang bisa mendatangkan uang kepada kita.

Pakde Robert T. Kiyosaki dalam bukunya “Ayah kaya, Ayah miskin” menyebut hal tersebut sebagai aset(harta produktif) dan liabilitas(harta konsumtif).

 

Ternyata yang namanya kaya secara finansial itu bukan  diukur dari berapa besar penghasilan kita, tapi dari bagaimana kita mengelola keuangan kita.  Ada orang yang berpenghasilan ratusan juta rupiah tapi mempunyai banyak hutang dan selalu merasa kurang, kurang, dan kurang.  Ada orang yang berpenghasilan 2 juta per bulan, tapi bisa memenuhi segala kebutuhan dan keinginnannya.   “Orang kaya belum tentu dapat mengelola keuangan, tapi orang yang dapat mengelola keuangan sudah pasti orang kaya”.

 

Ada 4 hal yang penting dan pokok dari pengelolaan keuangan, yaitu Penghasilan, Pengeluaran, Harta Konsumtif, dan Harta Produktif.   Kita harus mengetahui perbedaan sesuatu yang beresiko dan sesuatu yang tidak beresiko, terutama perbedaan harta (aset) dengan hutang (liabilitas). Memiliki sebuah rumah untuk disewakan adalah aset, sedangkan memiliki rumah untuk ditempati sendiri adalah liabilitas. Memiliki rumah sewa tidak beresiko karena mendatangkan pemasukan, sedangkan memiliki rumah tinggal beresiko karena mendatangkan pengeluaran atau hutang dalam bentuk angsuran dan bunga, pajak, pemeliharaan dan sebagainya. Membeli aset (harta produktif) adalah tidak beresiko, sedangkan membeli liabilitas yang seolah-olah aset (harta konsumtif) adalah beresiko

 

Untuk penghasilan dan pengeluaran tentunya hal ini tidak bisa kita atur semau kita, sedangkan harta konsumtif dan harta produktif dapat kita atur sesuai pilihan kita. Misalnya motor. Motor sebetulnya harta konsumtif, kenapa? Karena kita harus mengeluarkan uang untuk bensin, perawatan, dsb. Tapi kalau motor tersebut kita jadikan ojek atau bisa juga untuk penunjang bisnis kita(misal bisnis jualan roti yang menggunakan motor), maka motor tersebut bisa menjadi harta produktif. Contoh lain misalnya handphone. Ini juga harta konsumtif karena memerlukan pulsa. Kalau kita jadikan handphone tersebut untuk jualan pulsa elektrik, maka handphone tersebut bisa menjadi harta produktif.

 

Biasanya, kita hanya mempunyai 1 pos pemasukan dalam bentuk gaji,  sedangkan pos pengeluarannya mungkin mencapai 20 pos pengeluaran. Akibatnya,  seringkali tidak mempunyai tabungan bahkan pas-pasan terus malahan cenderung mempunyai hutang.

 

Ada beberapa cara mencari penghasilan :

  1. Menjadi pekerja (employee), yaitu seseorang yang bekerja pada seseorang (majikan), kantor pemerintahan, atau sebuah perusahaan.
  2. Menjadi pekerja lepas (self employed) yang menjadi boss bagi dirinya sendiri, seperti seorang profesional (dokter, pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang menjajakan suatu produkatau menjual suatu jasa kepada pihak lain.
  3. Menjadi pebisnis (business owner), yaitu seseorang yang menciptakan sebuah usaha, mempekerjakan orang untuk bekerja dan mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu.
  4. Menjadi investor, yaitu seseorangyang menginvestasikan uangnya dalam produk-produk investasi, barang yang dapat dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi, barang sewaan atau barang ciptaan.

 

 

Kebiasaan yang Perlu Diperbaiki

Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa setiap bulan kita lebih banyak membeli barang yang termasuk harta konsumtif.  Kalau diperhatikan, setiap tanggal muda setelah menerima gaji, orang selalu memenuhi mall, plaza, atau pusat perbelanjaan hanya untuk menambah barang-barang di rumahnya, entah itu betul- betul diperlukan atau tidak……….. Ya, mall dan pusat perbelanjaan memang menjadi sentra barang-barang konsumtif, dan sadar atau tidak, kita selalu pergi ke situ tanpa pernah berusaha memiliki harta produktif.

 

Jangan lupa menumpuk dan menambah koleksi harta produktif, supaya kelak kalau gaji bulanan berhenti, penghasilan dari Harta Produktif masih tetap ada. Beli dan Miliki sebanyak Mungkin  Harta Produktif – harta yang bisa memberikan penghasilan.

 

Seharusnya, inilah langkah pertama yang harus  dilakukan setelah mendapatkan gaji:  sisihkan sebagian untuk dibelikan Harta Produktif.  Jangan mengira Harta Produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang sangat banyak. Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong Harta Produktif kalau kita memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil.

 

Apa saja yang bisa yang digolongkan Harta Produktif?

Hanya ada empat kelompok besar Harta yang bisa memberikan penghasilan yang bisa kita miliki: a. Produk Investasi b. Bisnis c. Harta yang Disewakan d. Barang Ciptaan

 

a. Produk Investasi

Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada kita, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan hanya sekali saja. Produk investasi yang bisa memberikan penghasilan rutin biasanya berbentuk Produk Investasi Pendapatan Tetap. Produk ini biasanya memberikan bunga dan jumlah nominal uang yang investasikan tidak akan berkurang. Contohnya, deposito di bank.  Deposito adalah produk dimana kita menaruh uang di bank selama jangka waktu tertentu, kemudian pada saat jatuh tempo kita akan mendapatkan bunga dan tidak lupa uang yang kita taruh di bank akan dikembalikan.

Bagaimana dengan tabungan di bank? Apakah ini juga tergolong Produk Investasi Pendapatan Tetap? Ya, karena produk tabungan di bank memiliki prinsip yang hampir sama dengan deposito. Bedanya, pada deposito uang kita ”dikunci” dan tidak boleh diambil sampai jangka waktu tertentu, dan pada tabungan uang kita tidak “dikunci”. Inilah yang membuat produk tabungan di bank bisa saja digunakan untuk investasi. Hanya saja pada praktiknya, karena kecilnya bunga dan fleksibilitas dalam pengambilan, orang sering kali tidak lagi menjadikan produk tabungan di bank sebagai tempat investasi, tapi hanya sebagai tempat menyimpan. Bila ada rekening tabungan yang kita perlakukan seperti ini, ini tergolong ke dalam Harta Konsumtif.

 

 Selain Produk Investasi Pendapatan Tetap, jenis produk investasi kedua adalah produk investasi yang memberikan keuntungan dari pertumbuhan, di mana penghasilan yang didapatkan bukan berasal dari bunga, tapi dari pertumbuhan nilainya.  Artinya, penghasilan yang diperoleh dari harta tersebut baru bisa didapat  kalau kita menjualnya.  Jadi, penghasilan yang kita dapatkan cuma sekali.  Contohnya:  reksadana, emas, saham, tanah, produk-produk investasi yang sifatnya jual beli.  Beli dan miliki kelompok harta ini sebisa mungkin…..

 

Beberapa produk reksadana pada saat ini sudah bisa dimiliki dengan modal awal hanya dengan beberapa ratus ribu rupiah. Deposito bisa dimiliki dengan investasi awal yang hanya beberapa juta rupiah. Koin emas juga bisa dimiliki dengan nilai awal 5 gram.  Kalau gaji terbatas, nggak selalu harus mahal ‘kan untuk bisa memiliki Harta Produktif?

 

b. Bisnis

Banyak orang menyisihkan gaji setiap bulan untuk dijadikan modal bisnis. Tidak semua bisnis memerlukan modal besar. Beberapa orang yang datang ke seminar saya malah mengaku tidak membutuhkan modal besar ketika memulai bisnis. Bisnis yang bergerak di bidang jasa sering kali tidak membutuhkan modal besar, kecuali untuk sejumlah peralatan kantor sederhana yang bisa dibeli dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji kita selama enam bulan gaji.  Bisnis adalah salah satu Harta Produktif yang bisa kita miliki.  Masalahnya sekarang,  ada banyak orang bisa menyisihkan gaji untuk modal bisnis, tapi masih saja takut memulai.  Saran saya sederhana: mulai saja.  Kita tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali kitaa memulainya.  Mempunyai kendala waktu?   Banyak orang bisa memulai bisnis dengan berpartner atau menyerahkan pengelolaannya kepada orang lain. Orang lain itulah yang menjalankan bisnisnya, sementara orang yang mempunyai modal bisa tetap mencurahkan waktu untuk pekerjaannya.  Sekali lagi, ini memang bukan pekerjaan gampang, tapi kita tidak akan tahu kalau tidak mencoba.

 

c. Harta yang Disewakan

Bila kita menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka Harta Konsumtif  bisa disebut Harta Produktif.   Harta apa saja yang bisa di sewakan?  Banyak.   Sebuah rumah bisa disewakan kepada keluarga muda yang belum mampu membeli rumah sendiri.  Mobil Kijang bisa disewakan kepada tamu hotel yang ingin melakukan perjalanan dalam kota dan membutuhkan transportasi.  Motor bisa disewakan secara bulanan untuk diojek.  Bahkan, kita bisa membuat gerobak nasi goreng untuk di sewakan secara harian kepada penjual nasi goreng.   Apa yang bisa kita lakukan sekarang dengan gaji adalah mencoba menyisihkannya sedikit demi sedikit agar dapat memiliki harta yang kelak bisa kita sewakan.  Bahkan, kalau mau, jika beberapa dari harta tersebut sudah di miliki di rumah dan kebetulan tidak terlalu sering dipakai,  bisa aja di sewakan. Contoh paling mudah adalah motor yang bisa diojekkan atau komputer di rumah bisa juga dijadikan bagian dari usaha rental komputer.

 

d. Barang Ciptaan

Barang Ciptaan adalah salah satu Harta Produktif yang bisa di buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu,  memproduksinya secara massal (entah dengan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti.  Royalti adalah penghasilan yang umumnya diterima terus-menerus dari penjualan barang atau sesuatu yang sifatnya ciptaan.   Contoh sederhana Barang Ciptaan adalah buku yang sedang Anda baca sekarang.  Saya menulis buku ini selama beberapa minggu, kemudian saya datang ke penerbit.  Penerbitlah yang akan memproduksinya secara massal dengan uang mereka.

 

 

Kendalikan “Keinginan” yang menjerumuskan pada Harta Konsumtif

Fahami benar-benar  antara kebutuhan dan keinginan.

“Kebutuhan” (Needs) adalah barang atau jasa yang benar-benar kita perlukan.  Jika tidak bisa mendapatkan barang tersebut, maka kehidupan  menjadi terancam atau menjadi susah. Contoh: makanan. Manusia membutuhkan makanan untuk tetap bertahan hidup. Apabila manusia tidak makan sama sekali, maka dalam waktu 3 hari dia akan mati.

 

“Keinginan”(Desire) adalah barang atau jasa yang dibeli hanya semata untuk kesenangan.  Biasanya keinginan ini lebih didorong oleh rasa tamak sehingga rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan apa yang dia mau.

 

Barang yang merupakan kebutuhan, bisa berubah menjadi keinginan jika dipenuhi secara berlebihan.  Makanan misalnya. Kebutuhan kita sebenarnya dapat terpenuhi jika kita makan secukupnya –  misalnya saja dengan memesan nasi rames yang harganya  Rp. 10.000.  Namun, sebagian orang lebih suka makan di kafe-kafe dengan biaya yang lebih mahal, anggap saja Rp. 50.000.  Selisih Rp. 40.000  ini merupakan harga yang harus dibayar untuk memuaskan keinginan,  antara lain keinginan akan kemewahan, suasana yang menyenangkan, service, dan lain-lain.

 

Mulailah menyisihkan sedikit waktu  untuk bertanya pada diri sendiri.  Kita mungkin akan menemukan bahwa ada cukup banyak barang yang  dianggap perlu tidak lain hanya keinginan.  Sekali kita dapat membedakan keduanya dengan obyektif dan dapat membatasi diri agar tidak membeli barang-barang yang hanya sekedar keinginan, maka kita sudah dalam jalan sukses hidup mengontrol keinginan.

 

 

http://kelola-uang.blogspot.com/2008/09/harta-konsumtif-vs-harta-produktif.html

http://www.wattpad.com/110263-Siapa-Bilang-Jadi-Karyawan-Nggak-Bisa-Kaya?p=6

http://mulyowiharto.blogspot.com/2009/06/how-to-make-money-withoutv-money.html

http://wijayalabs.wordpress.com/2008/06/06/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/

FATHIMAH AZZAHRA AS.

Suatu hari Rasulullah saw. datang menemui Fathimah as. Ketika itu sang putri mengenakan pakaian dari bulu unta, tangannya sibuk menggiling gandum sementara ia pun menggendong putranya. Air mata sang ayah pun tidak bisa terbendung melihat keadaan putri tercintanya. Rasulullah saaw. berkata lirih : Wahai putriku engkau telah menanggung pahitnya dunia demi manisnya akherat. Sang putripun sambil tersenyum (agung) berkata : wahai utusan Allah, alhamdulillah atas segala kenikmatan Allah dan aku bersyukur atas segala kebaikanNya. Karena Dia telah berfirman: “ Dan TuhanMu pasti akan memberikannya kepadamu dan kamupun akan ridha”

Fathimah as. adalah putri yang sangat di sayangi nabi. Wajah serta sifatnya mirip dengan sang ayah. Ia mendapat bimbingan langsung dari ayah penghulu para nabi yang menjadikanya tumbuh menjadi seorang wanita sempurna. Selain parasnya yang cantik Ia juga memiliki kepribadian yang agung. Akhlak yang mulia, berbudi tinggi, santun dalam bertutur kata, sopan, jujur, penyabar, pandai mejaga diri dan taat beribadah. Walau Fathimah as. adalah putri seorang nabi, ia tidak pernah memanfaatkan kedudukan ayahnya. Ia wanita sederhana, rajin dan sangat berbakti kepada ayahnya. Sepeninggal isrtinya Khadijah, dalam waktu cukup panjang Nabi larut dalam kesedihan. Akan tetapi Fathimah as. mampu mengisi kekosongan sang ibu. Ia bak seorang ibu, mencurahkan semua perhatiannya kepada sang ayah. Ia dengan sabar dan telaten merawat sang ayah, membersihkan tubuh nabi dari kotoran yang dilemparkan musuh-musuh islam, ia pun selalu merawat luka sang ayah, membasuh darah dari luka akibat perang serta menghibur tatkala sang ayah sedih.Fathimah as. adalah satu-satunya putri Nabi saw. Dan kautsar ( pemberian yang besar ) abadi yang di anugrahkan Tuhan (
surat al-kautsar ). Dalam umurnya yang tidak panjnag ( 18 tahun ) ia mampu meraih kesempurnaan iman, kedudukan maknawi dan kepribadian yang unggul. Ia memiliki banyak laqob seperti azzahra (cahayanya yang dhahir dan yang bathin), albatul (tidak mengalami haid), , assiddiqah (ma’shum), arraadhiah wa almardhiah (ridha kepada Allah dan diridhai oleh-Nya), almubaarakah (memiliki keberkahan dalam ilmu, kesempurnaan, mu’jizaat dan anak-anaknya), azzaakiah (kelebihannya dalam kesempurnaan dan kebaikan), althaahirah (bersih dari segala kekurangan), al’aabidah (hamba yang taat), almuhaddatsah (berbicara dengan malaikat), kautsar ( pemberian yang besar ) ( Abu Ja’far Al-Thabari Al-Imammi, Dalalil Al-Imamah hal. 10 )dan lain-lain. Setiap julukan yang dimilikinya menunjukan keutamaan serta jelmaan dari kepribadian tinggi yang tiada tara. Karena ketinggian kedudukan yang dimilikinya, kecintaan dan kebenciannya adalah kecintaan serta kebencian Allah swt., ia memiliki kedudukan syafaat di akherat, ia adalah orang pertama yang akan masuk surga dan surga pun merindukan kehadirannya. Ketika umur Fathimah as. sudah menginjak dewasa, banyak di kalangan para sahabat yang mencoba untuk menyuntingnya, akan tetapi hanya Ali as. yang beruntung. Rasulullah saw. Menyetujui pasangan ini, upacara pernikahan pun diselenggarakan dengan sederhana namum penuh khidmat. Lain halnya dengan apa yang terjadi di langit keempat. Upacara pernikahan kedua kekasih Allah ini diselenggarakan dengan penuh kemeriahan. Perayaan yang dihadiri oleh para malaikat dengan khutbah yang disampaikan oleh malaikat Rabil, malaikat yang memiliki kefasihan dan keindahan dalam tutur kata. Acarapun di akhiri dengan sambutan malaikat Jibril as. yang membawakan firman Tuhannya : “Alhamdu adalah pujian-Ku, keagungan adalah kebesaran-Ku, segala maklhluk adalah hamba-Ku, Aku nikahkan Fathimah hamba-Ku dengan Ali pilihan-ku, saksikanlah wahai para malaikat” . Sementara di bumi Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh aku adalah manusia seperti kalian, menikah di tengah kalian dan menikhakan kalian, kecuali Fathimah yang pernikahannya turun ( diselenggarakan ) di langit.

Mereka pun hidup bahagia. Di mata Ali as. Fathimah as. adalah sosok istri yang ideal dan sempurna. Mereka menjalani bahtera rumah tangga selama sembilan tahun dan berbuahkan dua orang putra ( Hasan dan Husein ) serta dua putri ( Zainab dan Ummu Kultsum ). Dan seorang putra yang belum sempat terlahir, bernama Muhsin yang meninggal dalam rahim sang ibu.

Keluarga yang indah yang dihiasi oleh cinta dan diikat oleh ketulusan. Fathimah as. selalu setia kepada sang suami baik dalam suka maupun duka. ia tidak pernah menuntut banyak dari Ali as. kehidupan yang sederhana tidak membuat kecintaan diantara mereka menjadi pudar. Keindahan itupun semakin sempurna dengan datangnya putra putri yang shaleh, putra putri buah hati yang lahir dari pasangan suci.

Fathimah as. selalu menemani Ali as. dan siap siaga membantu serta berkhidmat kepada suami tercinta. Di mata Fathimah as. keadaan terdekat seorang istri dengan Tuhan adalah ketika ia berkhidmat kepada suaminya. Dalam salah satu ucapannya Fathimah as. berkata : “keadaan terdekat seorang istri dengan Allah Ta’ala adalah ketika ia memberikan secangkir air kepada suaminya”. Ia menjalankan semua tugas-tugas rumah tangganya dengan rulus dan ikhlas.

Selain itu fathimah as. adalah seorang hamba yang paling taat kepada Allah swt. Seperti yang di nukil oleh Hasan Bashri, ia berkata : “Tidak ada di dunia ini yang paling banyak ibadahnya selian Fathimah as. ia melakukan shalat hingga telapak kakinya membengkak” (Al-Bihar jilid 43 hal. 76 ). Ia juga seorang wanita yang peduli terhadap keadaan ummat. Ia tempil ke muka ketika ia menyaksikan penyimpangan social yang terjadi dikalangan masyarakat. Seperti apa yang terjadi sepeninggal ayahnya, dimana para sahabat sibuk memperbutkan kedudukan dan kepemimpinan sehingga melupakan wasiat-wasiat Nabi saw. Fathimah as. pun bangkit dan pergi menuju masjid, dihadapan kaum muhajirin dan anshar ia menyampaikan khutbahnya dengan tegas yang terkenal dengan ‘khutbah Fadakiah’.

Sepeninggal ayahnya Fathimah as. mengalami penderitaan dan musibah, gangguan fisik dan ruh membuatnya mengalami sakit yang berkepanjangan. Masa-masa pahit ini Ia jalani selama 75 hari. Wanita agung ini mengalami sakit dan lama-kelamaan badannya semakin lemah dan akhirnya pada tanggal 13 jumadil ula ( 3 jumadil ats-stani tahun ke-3 hijriah pada umur 18 tahun Ia pun meninggalkan dunia fana ini.) sesuai wasiat yang Ia sampaikan, Ia dikuburkan pada malam hari dan secara rahasia. Sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui dimana tempat kuburannya.

Ketika Fathimah as. sakit parah , Fathimah as. mengundang Ummu Aiman dan Asma binti Umais. Mereka pun masuk ke ruangan sementara Ali as. sedang duduk disampingnya. Fathimah as. berseru kepada Ali as : Wahai anak pamanku sesungguhnya hidupku sudah menemui akhir, Aku tidak ragu lagi bahwa sebentar lagi Aku akan segera menyusul ayahku, ada yang hendak aku wasiatkan kepdamu tentang apa yang ada didalam hatiku. Ali as pun berkata : Sampaikanlah apa yang engkau kehendaki Wahai putri Rasulullah saww. Ali as pun duduk dekat kepala Fathimah as. lalu Fathimah as. berkata: Wahai putra pamanku aku tidak pernah mengingkari janjiku padamu, tidak pernah berkhianat kepadamu, dan tidak pernah menentangmu selama aku hidup bersamamu. Ali as pun lantas berkata : A’udzubillah! Engkau orang yang paling mengetahui Allah swt, paling baik, paling bertaqwa, paling takut kepada Allah swt, mustahil engkau untuk berbuat itu. Sungguh aku sangat sedih karena perpisahan dan kehilangan dirimu, akan tetapi hal itu merupakan ketentuan Allah swt. Dan Allah swt pun melipat gandakan kesidihanku setelah kehilangan Rasulullah saww dan kini akupun harus kehilangan dirimu. Sesungguhnya semua dari Allah swt dan akan kembali kepadaNya. Sungguh ini adalah musibah yang paling besar yang pernah aku alami.

Yang hadir pun tidak kuasa menahan tangis melihat keadaan seperti itu. Ali as meletakkan kepala Fathimah didadanya seraya berkata: sampaikanlah apa yang ingin engkau wasiatkan maka aku siap melakukan semua yang engkau perintahkan kepadaku. Fathimah as pun berkata : semoga Allah swt memberimu balasan yang besar Wahai anak pamanku aku berwasiat kepadamu setelahku hendaklah kamu menikah dengan saudariku, karena dia dimata ayahku seperti putrinya sendiri. Dan seorang laki-laki hendaklah ia memiliki seorang istri. Lalu Fathimah berwasiat agar penguburannya dirahasiakan, hal itu karena perlakuan ummat ayahnya terhadapnya.

Disunting dari milist AN-Nahl (http://annahl16.wordpress.com)

The Hidden Message in C, Dr. Masaru Emoto

Saya sanget terkejut waktu membaca artikel & menonton video mengenai Air yang bisa membaca dan mendengar….. Subhanalloh

Kalau begitu menjadi sangat masuk akal ya .. orang-orang  dulu disekeliling kita yang membacakan ayat-ayat  Al-Quran pada Air untuk pengobatan. Dan sekarang ini banyak pula pegobatan melalui terapi AIR…… it’s so amazing.

Molekul air / Kristal yang bergerak mengikuti irama lagu begitu indah, tapi bentuknya mulai berantakan ketika diputar lagu berirama metal :-)

Untuk lebih detail untuk mengetahuinya silahkan

http://www.masaru-emoto.net/english

Atau browsing dengan =>  The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto

HEboh Evan Brimob (oknum Polisi yang memalukan)

img4

KIAI HAJI NOER ALIE (Alm) TOKOH PEJUANG DARI BEKASI JAWA BARAT

Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana

  Pada tanggal 3 November 2006, atas nama Presiden RI (Kepres RI No. 085/TK/Tahun 2006)menganugerahkan gelar `Pahlawan Nasional` dan `Bintang Mahaputera Adipradana` kepada Alm. Kiai Haji Noer Alie tokoh pejuang dari Bekasi Jawa Barat, atas jasa-jasanya.

Pada tahun 1937 bersama Hasan Basri membentuk organisasi Persatuan Pelajar Betawi dimana KH. Noer Alie sebagai ketuanya.

Tahun 1945 KH. Noer Alie membentuk Laskar Rakyat bekerja sama dengan TKR Bekasi dan Jatinegara untuk memobilisasi pemuda dan santri ikut latihan kemiliteran di Teluk Pucung-Bekasi.
Setelah Agresi Militer I Belanda, KH. Noer Alie mendirikan organisasi gerilya baru dengan nama Markas Pusat Hizbullah Sabulillah (MPHS) di Tanjung Karekok Cikampek.

Pada tahun 1955, Masyumi Bekasi memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu dimana beliau sebagai Ketua Cabang Masyumi Bekasi oleh Masyumi Pusat sebagai salah seorang anggota Dewan Konstituante pada bulan Desember 1956.

Penjelajah Islam

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.4 Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.